Friday, April 6, 2012

Antologi Abjad Durja #10 : Perang Saudara

Gendang - gendang perang dipalu lagi,
Sida - sida datang beradu domba,
Merebut kawasan sekecil cuma,
Berbunuh - bunuh bagai mahu merekah dunia.

Dibawa gerombolan tentera,
Buat menakutkan jiwa - jiwa yang ada,
Tidak lupa panji bendera,
Konon maruah yang harus dijaga.

Dicelah tentera ada panglima,
Disebalik panglima ada tangan hitam mengatur segala,
Maruah martabat dijaja cerita,
Tapi yang nyata semua gila emas dan permata.

Persengketaan bodoh yang hanya bawa bobrok,
Anak - anak muda diolah jadikan caturnya,
Si tua gaduh pukul tak beri teladan,
Jangan nanti kuburan kau diludah generasi mendatang,
Atas khilaf hari ini.

Nota :
Kampung kita ini kecil saja, apa yang mahu dimusuh - musuhkan. Sosok punya ringgit jadikan desa gelanggang perlawanan untuk tunjuk siapa lebih besar, siapa lebih ramai pengikut. Bangsat pada tangan - tangan hitam yang menghancurkan desa nan permai.

No comments:

Post a Comment