Pedihnya masih terasa,
Bahangnya masih menbara,
Rasanya berhari sudah berlalu,
Hangat amarah dalam diri masih jelas terasa.
Tenung tepat ke arah siling,
Cuba - cuba muhasabah,
Coba - coba audit diri,
Terlalu berat untuk dipikul sendiri.
Kenapa mesti terjadi,
Bukan takdir yang ditangisi,
Apalah bodohnya diri,
Dicipta dilahir bersama otak kanan dan kiri,
Ditiup akal supaya berfungsi,
Tapi lihat apa yang terjadi,
Gagal analisi, bobrok fungsinya lalu memakan diri.
Nota :
Kebanyakkan manusia terjerumus kedalam goblok total bila
terjebak dengan cinta.
Cinta Pembodohan - Marjinal
Bahangnya masih menbara,
Rasanya berhari sudah berlalu,
Hangat amarah dalam diri masih jelas terasa.
Tenung tepat ke arah siling,
Cuba - cuba muhasabah,
Coba - coba audit diri,
Terlalu berat untuk dipikul sendiri.
Kenapa mesti terjadi,
Bukan takdir yang ditangisi,
Apalah bodohnya diri,
Dicipta dilahir bersama otak kanan dan kiri,
Ditiup akal supaya berfungsi,
Tapi lihat apa yang terjadi,
Gagal analisi, bobrok fungsinya lalu memakan diri.
Nota :
Kebanyakkan manusia terjerumus kedalam goblok total bila
terjebak dengan cinta.
Cinta Pembodohan - Marjinal
No comments:
Post a Comment