Friday, August 19, 2011

Hujan Malam



Geludok di langit mula terngiang - ngiang,
Speedlite Tuhan memancar - mancar dengan arus voltan tinggi,
Tingkap kamar ada titik - titik air,
Hujan malam membasahi bumi mencuci dosa siang hari.

Pohon - pohon tunduk sejuk dibasahi hujan,
Tikus - tikus berlari girang mencari makan,
Anjing - anjing gigil menahan lapar malam,
Manusia masih mencari tujuan.


Wednesday, August 10, 2011

Menuju Kulon

Aku mengelamun menghadap kotak,
Kotak warna bermata satu,
Aku mencari beri-beri hitamku,
Tapi tidak ketemu,
Aku teruskan membelai kotak hitam bermata satu.

Jari - jari kasarku berkejar - kejar mencari abjad,
Alat karya Graham Bell menjerit dengan notasi C major,
Aku dengar Chentaku dari kejauhan,
Dari nadanya ku tahu Chentaku hampir ketiduran.

Illustrator menjelma minta dicoret,
Agar kotak cetak bisa menghamburkan karya,
Kabus kimia menusuk hidung,
Resin polimer menyetubuhi filem hitam,
Abjad Numero timbul bagai bingka ubi,

Aku kembali mencari beri - beri hitamku,
Barangkali ada disisi tangan mobil merah Chentaku.
Dalam gelita aku turuni tangga batu berdebu,
Kerangkeng besi ku katup,
Tanda urusniaga sudah berlabuh,

Imigran - Imigran riang bercanda di bawah remang bulan,
Gadis - gadis Cina berseluar pendek menyanyi girang,
Dari tingkap kamar,
Buruh Kemboja mencuri pandang peha gebu gadis malam.

Beri - beri hitam berkelip merah,
Notifikasi barangkali,
Notifikasi dijengah,
Tiga jeritan tidak terladen,
Mata melirik jeritan kulon,

Nada standard kedengaran,
Agak lambat sahutan,
Suara mengantuk lewat usia mula kedengaran,

"Laa..ikannya kok tak dibawak balik, Mak dah letak dalam peti ais"

Aku mengangguk tanda faham,
Mobil merah meluncur laju,
Menuju kulon buat bawal merah tumpang pulang.

Nota:
Tribute buat Emak yang sentiasa menyangka aku lapar. : )
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Diantara Persimpangan

Selalu kita perlu memilih diantara dua dan kita sering kali dipaksa untuk memilih diantara dua lorong. Lorong mana pilihan hati?

Aku berdiri di atas pembahagi ini. Memilih, lorong kanan atau lorong kiri. Di atas pembahagi ini, aku memerhati manusia - manusia ini membuat pilihan dalam hidup mereka.
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Tuesday, August 9, 2011

KOSONG BOLONG

Tidak pernah ku rasa sebegini,
kosong...kosong..kosong..
Dalam kosong ada lelohong,
Dalam lelohong ada bolong,
Bolong - bolong yang bisa buat manusia terpesong,


Aku berjalan,
Aku berenang,
Aku terbang, mencari panduan,
buat mengisi kekosongan itu.


Bohong, bohong, bohong,
Adakah itu bisa menjadi perca - perca carik,
yang bisa menampal kosong bolong itu?
Aku tidak pasti, masih mencari.

Nota : Terbit cerita kala perut kosong. : )

Wednesday, August 3, 2011

MANUSIA FANTASI

Perjalananku di dunia ni banyak dikelilingi macam - macam orang. Dan paling ramai aku jumpa adalah Manusia Fantasi. Manusia Fantasi definisi aku terbahagi kepada 2. Manusia Fantasi Kuat dan Manusia Fantasi Lebong.
Mari aku huraikan satu persatu spesis manusia fantasi ini. Manusia Fantasi Kuat biasanya berperwatakan bengis. Tapi sebenarnya buat - buat bengis, konon biar orang takut la tu. Manusia jenis ini biasanya gemar memandang orang lain dengan penuh tak puashati. Jiwa lara agaknya. Mereka ni jenis suka melawan kalau lawannya itu kelihatan kurang bertenaga dari dirinya. Bila jalan pun ada gaya samseng. Gaya jalan yang dibuat - buat pastinya. Dan menjadi bonus bagi manusia fantasi kuat ini apabila dapat menganggotai kumpulan - kumpulan ultra atas alasan mahu membentuk ukhwah. Ukhwah apa jadahnya kalau asyik nak pukul orang je. Inilah ciri asas manusia fantasi kuat. Kadang biar nampak lebih ganas, mereka akan pakai gelang silver. Huuu..takut anak-anak kecil bila melihatnya.
Tapi realitinya, mereka ini penakut. Frasa paling sesuai untuk mereka adalah "Bila kawan ramai keliling kita, cakap besar tunjuk belang, tapi bila sorang - sorang pengecut pemalu macam semua orang". Dan manusia fantasi kuat ni juga sentiasa ada sikap tak puashati. Pelik, tapi ini realitinya. Penat kadang-kadang tengok mereka ni. Tapi inilah kehidupan.
Manusia fantasi yang lagi satu ialah Manusia Fantasi Lebong. Sifat utamanya adalah berbohong n cakap mesti nak up. Kalau kita ada hp canggih, dia punya mesti lagi canggih. Padahal dari brand dan model yang sama, bangang. Sanggup jadi bangang sebab nk up punya pasal. Cerita - cerita dari mereka ini indah belaka. Kalau memancing, dia saja yang paling besar ikannya. Bila senggama, dia saja yang paling tahan pancutnya. Semua dia saja yang hebat. Cerita - cerita dari mereka ini memang lucu, sampai tak logik. Kalau bisa menipu dirinya nabi @ tuhan, pasti dilakukan juga.
Kedua - dua jenis manusia ini aku temui dalam kehidupan sehari - harian ku. Kadang letih tengok gelagat diorang ni. Hahahahaha.
P/s : Manusia Fantasi Kuat biasanya takut bini. Hahahahahaha.
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Malam Dingin di Pekan Kecil

Di sudut ini, hampir saban malam aku duduk bertinggung merenung remang malam yang macam - macam. Dari sudut ini aku petik gitar akustik ciplak dengan nada sumbang.
Dari sudut ini juga aku akan duduk melemparkan pandangan keluar bila penat mencetak. Sudut ini banyak ceritanya. Dari sudut ini aku dapat tonton "adrenaline junkies" memeras jentera mereka. Lumba haram malam minggu sudah menjadi acara perdana di Pekan Kecil ini.

Dari seluruh ruang kerja studioku, ruang ini yang paling aku minati. Umpama balkoni mewah aku memperlakukannya. Bila berdiri di sudut ini sambil memandang luar terasa seperti Evita Peron bersurah pada warga Argentina.

Dingin malam ini buat aku segar berteman pen dan nota buat aku menyiapkan naskah agungku. (Agung pada definisi aku sendiri)
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Tuesday, August 2, 2011

Sketch & Sketch II

REALITI ALAM DI SINI


Artwork by Street Inker
Media : Sketch Pad, Magic Colour & Oil Pastel (Crayon)



METROPOLIS JAHAT


Artwork by Street Inker
Media : Sketch Pad, Magic Colour & Pencil Colour